26 Operator Game Online di Cina Diawasi Mata Elang

26 Operator Game Online di Cina Diawasai Mata Elang

Sebuah kantor berita negara Xinhua melaporkan bahwa Kementerian Kebudayaan setempat telah memberi peringatan terhadap 26 operator game online. Peringatan ini berkaitan dengan kasus mereka atas pelanggarannya terhadap poker qq. Antaranya menjalankan game online terlarang dan tidak menggunakan registrasi dengan nama asli.

Dari kelompok ini, 16 kelompok tengah mengalami penyelidikan atas pelanggaran permainan online. Penyebabnya, pelanggaran mereka berat. Beberapa pelanggaraan ituadalah pornografi, perjudian, dan konten yang bertentangan dengan etika sosial.

Menurut mereka operator juga telah gagal memberi tahu publik untuk menghentikan game. Selain itu tidak menerapkan tindakan yang akan mencegah anak di bawah umur menjadi kecanduan game mereka.

Pada saat itu, pejabat Beijing menampar pergelangan tangan pengusaha dan membuat daftar hal-hal yang harus mereka lakukan. Termasuk kemungkinan mengajukan tuntutan pidana terhadap staf yang menurut mereka bertanggung jawab atas iklan itu.

Mereka juga menuntut perusahaan untuk lebih tanggap terhadap pengaduan masyarakat, dan memberikan umpan balik tepat waktu.

Anak Dibawah Umur Dilarang Bermain Game Online

Menurut sebuah surat kabar, operator game online harus mencegah anak di bawah umur bermain terlalu lama. Tindakan ini mengurangi pemasukan mereka dalam beberapa jam.

Menurut kementerian : pebisnis harus belajar, memenuhi tanggung jawab mereka, meningkatkan sensor diri mereka sendiri. Selain itu menjalankan bisnis mereka sesuai dengan hukum.

Otoritas Beijing baru-baru ini mengatakan adanya babak baru pembersihan aktivitas online. Hal ini mengakibatkan publik malu di depan umum oleh raksasa mesin pencari Baidu .

Mesin pencari terkemuka China telah beroperasi di bawah pengawasan otoritas Beijing menyusul skandal promosi perjudian yang meletus pada Juli.

Media itu memuat laporan yang merinci bagaimana operator taruhan online membajak iklan perusahaan mesin pencari ini. Kemudian mengirim pengguna yang mengeklik tautan ke situs perjudian tidak resmi yang dipromosikan iklan tersebut.

China Melarang Keras Perjudian Online

China telah meluncurkan tindakan keras baru terhadap aktivitas online terlarang, termasuk situs perjudian online.

Pada hari Rabu, kantor berita Xinhua mengumumkan sebuah berita. Menurut media, polisi Beijing telah melakukan tindakan keras selama dua bulan terhadap pelaku online ilegal. Termasuk perjudian, senjata, narkoba, pornografi, penipuan, dan apa pun yang merusak keamanan politik atau tatanan sosial yang ada.

Baca juga: Apa Keuntungannya Bermitra Dengan Jasa Penerjemah Resmi

Pembersihan online menimbulkan lebih banyak masalah bagi Baidu. Baidu adalah mesin pencari terkemuka China. Beberapa lalu sebuah media, Beijing News, mempermalukan perusahaan ini. Laporan ini menemukan operator perjudian online ilegal menggunakan platform Baidu untuk mengiklankan layanan mereka.

Kasus Baidu

Menyusul pengungkapan tersebut, CEO Baidu, Robin Li memperingatkan investor. Peringatan itu berkaitan dengan pengawasan peraturan yang ketat. Menurutnya, hal itu kemungkinan akan menekan pendapatan perusahaan dua hingga tiga kuartal ke depan.

Akan tetapi, laporan tahunan Baidu tahun 2015 menunjukkan bahwa iklan menyumbang lebih dari 96% dari total pendapatan perusahaan.

Minggu ini, outlet media Beijing Caixin menyorot skandal iklan perjudian Baidu. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sangat menyadari kesalahannya dengan operator perjudian ilegal ini. Sekalipun demikian memilih untuk melihat ke arah lain karena uangnya terlalu bagus.

Setelah skandal itu terbongkar, Baidu menyalahkan beberapa kantor penjualan regionalnya. Menurutnya, kesepakatan mereka dengan agen, yang kemudian membuat kesepakatan dengan operator perjudian. Dan mereka menyembunyikan sifat sebenarnya dari bisnis yang membeli iklan tersebut.

Namun sumber mengatakan, jika kantor regional menutup mata terhadap aktivitas agensi. Alasannya adalah itu karena mereka berada dalam tekanan.

“Bisnis yang buruk menghasilkan uang dengan cepat,” demikianlah kata seorang mantan perwakilan penjualan iklan Baidu,

Setelah laporan Beijing News , Baidu mulai menekan manajer regional untuk melakukan lebih banyak uji tuntas pada agensi dan kliennya.

Iklan spanduk perjudian itu, memiliki kecenderungan untuk muncul pada situs-situs besar pada malam hari. Kemudian menghilang pada pagi hari, dan akhirnya meninggalkan iklan non-kontroversial.

Sumber mengatakan ini kemungkinan karena ada lebih sedikit sensor  yang menonton selama jam sibuk.

Pekan lalu, Xinhua melaporkan bahwa populasi internet China telah mencapai 710 juta pengguna pada Juni. Akan tetapi, angka itu hanya mewakili sekitar 52% dari total populasi negara itu. Angka tersebut naik 1,3% dari akhir 2015. Sekitar 92,5% pengguna mengakses internet melalui smartphone

Tinggalkan komentar