Intip 10 Tips Menyelamatkan Diri Saat Kapal Tenggelam

Sering kali terjadi kecelakaan diatas kapal yang tidak dapat terhindarkan. Rata-rata kecelakaan yang dialami adalah kapal tenggelam, kapal tertabrak, dan kapal kandas. Supaya tidak menimbulkan korban sebaiknya mengambil langkah antisipasi. Berikut ini tips menyelamatkan diri saat kapal tenggelam yang harus disimak.

Beberapa tahun lalu terjadi kecelakaan kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Ada pula kecelakaan kapal KMP Lestari Maju yang tenggelam di Selat Selayar, Sulawesi Selatan.

Insiden tersebut menimbulkan duka mendalam karena ada korban tenggelam dan luka-luka. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui saat menyelamatkan diri dari kapal yang tenggelam.

Baca juga : Jenis-jenis Peralatan dan Perlengkapan Kapal

10 Tips Menyelamatkan Diri Saat Kapal Tenggelam

4 Tragedi Kapal Tenggelam di Indonesia yang Menelan Banyak Korban, Terbaru  KM Sinar Bangun - Bangka Pos
(bangka.tribunnews.com)

Siapa sih yang ingin mengalami kecelakaan kapal seperti kapal tenggelam. Pasti menimbulkan ketakutan dan suasana menjadi panik. Apabila Anda mengalami situasi seperti ini sebaiknya lakukan tips menyelamatkan diri saat kapal tenggelam berikut ini.

1. Memperhatikan Panduan Keselamatan Sebelum Berangkat

Sebelum berangkat atau berlabuh biasanya penumpang akan diperlihatkan panduan keselamatan. Selain itu, biasanya dilakukan peragaan oleh awak kapal melalui video rekaman yang diputarkan pada layar televisi yang ada di kapal.

Anda harus memperhatikan panduan keselamatan tersebut. Kebanyakan orang menghiraukannya dan lebih memilih melakukan aktifitas yang dianggap menarik. Hindari kebiasaan buruk seperti ini karena akan membuat Anda kalang kabut ketika mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Ingat awak kabin kapal memperagakannya agar Anda dapat menyelamatkan diri dan orang sekitar. Terutama ketika terjadi kecelakaan, kapal karam, dan situasi darurat lainnya. Selain itu, dengan mendengarkan berarti Anda menghargai tugas awak kapal yang dijalankan sesuai SOP perusahaan.

2. Mengetahui Lokasi Jaket Pelampung

Walaupun sering dianggap sepele sebaiknya tetap menggunakan jaket pelampung ketika menaiki kapal yang memakan waktu perjalanan lebih dari 3 jam. Sehingga, ketika terjadi bencana tidak terduga maka Anda tidak berebut alat keselamatan dengan orang lain.

Setiap kapal idealnya menyediakan jumlah jaket yang sesuai dengan kapasitas kapal dan jumlah penumpang. Sayangnya tidak semua jaket dapat bekerja dengan baik dalam keadaan darurat, ada beberapa yang mengalami kegagalan penggunaan.

Disamping itu, kebanyakan kapal yang berlayar di Indonesia mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Artinya kondisi tersebut telah menyalahi aturan yang ditetapkan. Intinya memastikan Anda menggunakan jaket pelampung terlebih dahulu sebelum memakaikan jaket pelampung kepada anakanak dan orang lain.

3. Memahami Denah Kapal

Apabila pertama kali menaiki kapal mungkin terlena dengan suasananya. Namun, ada baiknya berkeliling sejenak sembari menghapalkan denah kapal. Pada kapal berukuran besar memiliki ruang-ruang penting bagi penumpang dan awak kapal.

Ada juga bagian-bagian yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri ketika terjadi kecelakaan. Jangan lupa untuk mengingat tempat penumpang berkumpul dan sekoci yang digunakan dalam kondisi darurat.

4. Tidak Bersikap Panik

Saat kapal karam atau akan tenggelam tentu akan terdengar sinyal darurat yang diberikan oleh awak kapal. Sinyal darurat  akan berbunyi sebanyak 7 kali bunyi pendek dan 1 kali bunyi panjang.

Setelahnya kapten dan awak kapal langsung menjelaskan situasi yang terjadi melalui intercom. Ketika Anda berada pada situasi seperti ini yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Jangan terpancing keramaian dan membuat kepanikan. Jika masih berada dalam kabin maka segeralah mencari dan memakai jaket pelampung yang tersedia.

Bawa juga peralatan keselamatan lainnya yang dapat membantuk apabila memiliki cukup waktu. Apabila tidak memiliki banyak waktu sebaiknya langsung bergegas menyelamatkan diri. Ingat saat keadaan darurat prioritaskan menyelamatkan diri dahulu supaya dapat menyelamatkan orang lain.

5. Meninggalkan Barang Yang Tidak Perlu

Banyak dari penumpang kapal yang membawa barang berharga dalam perjalanan. Ketika musibah terjadi, kesampingkan menyelamatkan barang berharga dan utamakan menyelamatkan nyawa. Baik itu nyawa sendiri dan keselamatan keluarga maupun kerabat.

Anda harus memastikan mereka memakai jaket keselamatan dengan baik. Apabila ada barang-barang yang kemungkinan mengganggu keselamatan sebaiknya ditinggalkan. Anda harus bertahan dalam kondisi genting hingga bantuan datang.

6. Segera Berkumpul ke Deck Kapal Ketika Ada Peringatan

Jika dilihat dari gaya apung kapal dengan gaya gravitasi bumi. Kapal yang akan tenggelam tidak bersamaan dengan kapal karam. Kapal tenggelam biasanya mengalami proses selama beberapa jam.

Biasanya dalam kondisi kritis seperti itu, awak kapal akan menginstruksikan penumpang naik ke bagian kapal yang tertinggi. Anda tidak boleh terburu-buru melompat ke permukaan air tanpa instruksi awak kapal. Ingat melompat menjadi pilihan terakhir dalam keadaan genting.

7. Mengikuti Instruksi Awak Kapal

Masih banyak orang bersikap acuh dan menjadi pahlawan kesiangan. Hindari hal tersebut jika Anda bukan ahlinya. Ikuti instruksi dari awak kapal yang memahami situasi darurat ketika kapal akan tenggelam.

Apabila berhasil keluar dari dalam kabin, bergegaslah menuju tempat evakuasi penumpang. Untuk itu, Anda tidak dapat bertindak sok tahu melainkan ikuti arahan dari awak menuju ke  arah T.

Awak kapal yang sudah terbiasa berlayar tentunya lebih tahu seluk beluk kapal. Disamping itu, para awak kapal sudah terlatih untuk melakukan prosedur penyelamatan. Menyelamatkan diri sendiri baru akan berlaku ketika tidak ada pengampu evakuasi.

Ada 2 poin penting yang wajib diingan yakni naik dan menjauh. Kebanyakan orang yang mengalami situasi darurat diatas kapal justru berlari di kabin bagian bawah dan berkumpul di tengah.

8. Apabila Berada di Bagian Bawah Kapal Tunggu Instruksi

Ada juga kondisi darurat yang tidak diberitahukan dan tanpa instruksi penyelamatan menyeluruh dari awak kapal. Apabila mengalami hal tersebut, segera lihat tempat Anda berada sekarang.

Jika masih berada pada bagian bawah kapal maka harus gesit bertindak. Tidak perlu mengulur waktu, terkhususnya jika air yang masuk pada kabin bagian bawah semakin banyak. Anda hatus berkumpul ke tempat yang telah ditentukan dan mendekat ke sekoci.

9. Anak-anak dan Perempuan Menjadi Prioritas

Biasanya para penumpang akan kebingunan ketika tidak dapat menemukan tempat sekoci. Sebenarnya yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang karena awak kapal pasti mendahulukan evakuasi penumpang.

Prinsipnya semua awak kapal tidak boleh meninggalkan kapal sebelum seluruh penumpang diselamatkan. Hindari berlama-lama panik dan ada baiknya membantu awak kapal saat situasi tersebut terjadi. Berdasarkan peraturan perundang-undangan penumpang yang diprioritaskan berada dalam sekoci yakni anak-anak dan kaum perempuan.

10. Bertahan Di Permukaan Air Hingga Bantuan Datang

Setelah berada dipermukaan air usahakan bertahan sampai dengan bantuan datang. Anda dapat memanfaatkan alat keselamatan yang dibawa untuk menolong nyawa. Apabila tidak memperoleh jaket pelampung maka teknik mengapung menjadi satu-satunya andalan.

Melakukan teknik mengapung dalam situasi darurat setidaknya cukup menguntungkan. Sebab Anda lebih menghemat tenaga dn tidak perlu berenang. Teknik mengapung dilakukan secara terlentang bagi Anda yang belum bisa berenang.

Teknik mengapung juga sudah terbukti efektif menyelamatkan nyawa banyak orang ketika kapal tenggelam. Apabila tidak memakai jaket pelampung alternatifnya diganti dengan kantung plastik yang diisi udara.

Tinggalkan komentar