Ragam Kuliner Khas Bengkulu, Mana yang Jadi Favoritmu?

Pesona Bengkulu tidak hanya terletak pada benteng peninggalan Inggris dan rumah pengasingan Ir. Soekarno saja, melainkan juga pada kulinernya. Rasanya akan sayang apabila berkunjung ke Bengkulu tak disertai dengan wisata kuliner khas Bengkulu. 

Ada banyak kuliner khas Bengkulu yang sangat terkenal dan wajib dicicipi ketika Anda berkunjung ke kota yang satu ini. Dan berikut kami infokan untuk Anda. 

Ragam Kuliner Khas Bengkulu

Bolu Koja

Ragam Kuliner Khas Bengkulu

Salah satu jajanan yang sangat terkenal di Bengkulu adalah Bolu Koja. Jajanan basah ini berupa kue yang dari segi rasa dan tampilannya sangat mirip dengan Bolu Kojo asal Kota Palembang. Bedanya adalah pada Bolu Koja ini dilengkapi dengan agar-agar putih yang bercita rasa gurih. 

Kemudian dari rasa, Bolu Koja memiliki cita rasa manis gurih yang sungguh lezat. Teksturnya juga sangat lembut  Sekilas ketika kita rasakan teksturnya di mulut sangat mirip dengan tekstur brownies. Terlebih ada tambahan agar-agar putih yang juga memiliki tekstur yang sama-sama lembut. Sudah pasti Kue Koja ini sangat nikmat. 

Warna hijau pada kue ini berasal dari warna alami Daun Suji yang dikombinasikan dengan daun pandan. Kombinasi ini tak hanya menghasilkan warna hijau yang cantik, melainkan juga aroma wangi yang sangat khas. 

Bagi Anda yang penasaran, boleh loh mencicipi Kue Koja ini. Kini tersedia produk Kue Koja yang sudah dimodifikasi dengan tambahan topping yang beragam. Misal keju dan cokelat. 

Baca juga: Mengenal Cerita Legenda, Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Legenda di Indonesia

Bay Tat

Ada juga kue lainnya yang dikenal dengan nama Kue Bay Tat. Kue khas Bengkulu yang satu ini berbentuk segi empat (seperti kue tart biasa). Jika dilihat-lihat, kue ini sangat mirip dengan pie dengan topping keju atau nanas.

Menurut cerita masyarakat setempat, Kue Bay Tat ini dulunya adalah makanan khusus untuk raja. Seiring berjalannya waktu, makanan ini kini menjadi makanan khas yang dapat disantap oleh semua orang dari semua strata sosial. 

Kue Bay Tat sendiri bagi masyarakat Bengkulu adalah kue tart asli Bengkulu. Kue tart ini hanya ada di Bengkulu. Bahan-bahan untuk membuat kue ini terbilang sangat sederhana. Sebut saja tepung gandum, gula pasir, mentega, dan telur ayam. 

Teksturnya sendiri sangat lembut, sedang rasanya manis pas sehingga tak mudah membosankan ketika disantap terus-menerus. Agar kue tradisional ini terus eksis, masyarakat setempat menjadikan kue ini sebagai oleh-oleh khas asli Bengkulu. Di sini ada yang sudah pernah mencoba?

Gulai Kemba’ang

Nah, untuk kuliner yang satu ini bukanlah jenis kue, melainkan jenis lauk-pauk yang berupa masakan gulai. Gulai Kemba’ang ini tak lain adalah olahan iga sapi yang dibuat menjadi gulai yang sangat lezat. Racikan bumbu gulainya menciptkan cita rasa gurih yang pastinya akan menggugah selera siapapun yang menyantapnya.

Dulunya, Gulai Kemba’ang ini adalah makanan khas selama Bulan Ramadhan, tepatnya menjadi menu hidangan untuk berbuka puasa dan menu sahur. Rasa gurih dari hidangan tradisional ini tak lain berasal dari kuah santannya yang dimasak dengan campuran bumbu rempah-rempah. Warna kuning pada kuahnya benar-benar cantik, plus aromanya yang wangi tentu saja berkat kunyit yang telah dicampurkan dengan bumbu rempah lainnya. 

Pendap

Pendap rupanya tak hanya populer di Daerah Bengkulu saja, melainkan juga sangat populer di daerah-daerah lain yang ada di sekitar Bengkulu, seperti Palembang, Lampung, Pangkal Pinang, Jambi, dan bahkan Jakarta. 

Pendap sendiri adalah suatu olahan ikan pais yang memang sangat melimpah di kawasan Pulau Sumatera. Yang menjadikan olahan ikan pais ini semakin istimewa adalah bungkusannya yang tak lain adalah daun talas yang ketika dibuka akan mengeluarkan aroma yang sangat khas. 

Lema

Dilansir dari salah satu portal berita Bengkulu online, di Pulau Sumatera, terdapat sebuah suku yang disebut Suku Rejang. Suku ini mendiami sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk kawasan Bengkulu Utara. Nah, suku ini memiliki kuliner khas yang dinamakan Lema. 

Secara tampilan dan rasa, Lema memiliki kemiripan dengan Tempoyak. Bahan-bahan dari makanan tradisional ini adalah bahan-bahan yang difermentasikan. Bahan-bahan untuk membuat Lema antara lain irisan rebung yang telah dicampur dengan ikan sepat atau ikan mujair. 

Rebung dan ikan mujair ini lalu dibungkus dengan menggunakan daun pisang lalu ditutup rapat agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Gimana, tertarik untuk mencobanya?