Peralatan Navigasi Kapal dan Komunikasi Kapal Wajib Ada

Salah satu peralatan kapal yang wajib ada adalah peralatan navigasi kapal. Berfungsi sebagai alat untuk menentukan arah kapal. Navigasi populer sejak zaman dahulu supaya menentukan arah kapal berlayar supaya memperkirakan wilayah daratan dan benua.

Selain peralatan navigasi kapal, ada juga alat komunikasi yang berfungsi menghubungkan awak kapal satu dengan kapal lainnya. Maupun menghubungkan awak kapal dengan dengan petugas yang berada di daratan.

Dulu orang-orang mengandalkan posisi benda-benda langit seperti bintang-bintang dan matahari sebagai navigasi alami. Namun, kini keberadaan alat-alat navigasi modern mempermudah penunjukan arah berlayar kapal.

Baca juga : Jenis-jenis Peralatan dan Perlengkapan Kapal

Peralatan Navigasi Kapal Laut

4 Sistem Navigasi Paling Umum di Kapal Laut | KapalAku Komunitas Perkapalan
(www.kapalaku.com)

Dalam ulasan kali ini akan menjabarkan alat navigasi yang wajib dimiliki oleh kapal cargo, antara lain:

1. Peralatan Navigasi Kapal Marine Radar

Kapal laut modern kini dilengkapi alat navigasi kapal marine radar yang berfungsi mendeteksi keberadaan kapal lain, cuaca atau awan yang berada di depannya. Sehingga kapal dan awal dapat terhindar dari bahaya.

Tahukan Anda, radar adalah singkatan dari Radio Detection and Ranging. Radar terdiri dari sistem pendeteksi, pengukur jarak, dan dapat menampilkan map pada pesawat serta kapal. Kinerja radar mengirimkan gelombang radio dengan frekuensi kuat dan penerima akan mendengar gema kembali.

Jadi, akan dilakukan analisa terhadap sinyal yang dipantulkan. Dalam hal ini pemantul gema ditentukan berdasarkan lokasinya. Meskipun sinyal yang diterima kecil, tetapi radar dapat mendeteksinya.

Seorang pelaut mampu mengubah kekuatan dari gelombang radio radar dan mendeteksi gelombang yang diterima lemah. Selanjutnya diamplifikasi beberapa kali. Sehingga radar efektif digunakan sebagai alat deteksi objek jarak jauh yang tidak terdeteksi suara maupun cahaya.

Marine radar dengan Automatic Radar Plotting Aid atau ARPA memiliki kemampuan membuat trek melalui kontak radar. Sistem ARPA juga dapat menghitung tracking, kecepatan, dan CPA atau titik terdekat pendekatan. Alhasil nahkoda dapat mengetahui bahaya didepan mata dan menghindarinya.

Alat navigasi kapal laut ARPA juga memungkinkan operator meninjau manuver kapal. Ada beberapa fungsi dari ARPA, yakni :

  1. menentukan arah navigasi kapal melalui persentasi,
  2. bekerja secara otomatis dengan mengakusisi target dan ditambah kinerja manual,
  3. membaca target yang diakusisi secara digital, sehingga tersedia range, kecepatan kapal, bearing, dan closest point of approach (CPA),
  4. mampu menampilkan informasi lengkap mengenai tabrakan dan memberikan penilaian langsung terhadap pada PPI menggunakan vektor (benar atau relatif),
  5. memiliki kemampuan memanuver kapal, merubah kecepatan, dan otomatisasi penstabilan tanah untuk kebutuhan navigasi,
  6. mempercepat proses penginformasian radar,
  7. data yang diperoleh ARPA akurat sesuai dengan data dari giro dan log kecepatan kapal

2. Satelit Kapal

Satelit kapal merupakan suatu satelit yang memanfaatkan sinyal radio untuk disalurkan kepada penerima yang ada di permukaan daratan. Sehingga nahkoda dapat menentukan lokasi dari kapal yang berada di lautan maupun permukaan tanah.

Satelit tergolong sebagai salah satu alat navigasi kapal modern. Adapun satelit kapal yang terkenal yaitu Global Positioning Satelite atau GPS. Berfungsi sebagai perangkat untuk mengetahui posisi koordinat bumi secara langsung dan tepat.

3. Peta

Selanjutnya yakni peta yang menjadi perlengkapan utama dipersiapkan sebelum kapal berlayar. Peta sangat diperlukan untuk pelayaran kapal memiliki bentuk dua dimensi dan proyeksinya menggunakan skala tertentu.

Sehingga, penting bagi seorang awak kapal atau nahkoda mempelajar ilmu kartografi. Proyeksi peta juga terbagi sebagai berikut ini:

a. Proyeksi peta berdasarkan bidang proyeksi, yakni :

  • Proyeksi bidang datar atau Zenithal
  • Proyeksi Kerucut
  • Proyeksi Silinder

b. Proyeksi peta berdasarkan kedudukan bidang proyeksi :

  • Proyeksi normal
  • Proyeksi miring
  • Proyeksi transversal

c. Proyeksi peta berdasarkan unsur bebas distorsi :

  • Proyeksi conform
  • Proyeksi equidistant
  • Proyeksi equivalent

4. Kompas

Kompas merupakan alat navigasi yang digunakan untuk menentukan arah kapal. Kompas idealnya memiliki satu buah panah penunjuk magnetis, panah tersebut menyelaraskan terhadap medan magnet bumi dengan akurat.

Kompas memiliki arah mata angin berupa utara, selatan, timur, dan barat. Biasanya ketika kompas digunakan bersamaan dengan sekstan dan jam agar bertambah akurat. Arah mata angin ditentukan oleh kompas antara lain :

  • Utara (U)
  • Barat (B)
  • Timur (T)
  • Selatan (S)
  • Barat laut (antara barat dan utara)
  • Timur laut (antara timur dan utara)
  • Barat daya (antara barat dan selatan)
  • Tenggara (antara timur dan selatan)

Setiap alat yang memiliki jarum magnetis dan bebas bergerak menunjuk arah utara dari magnetosfer dari bumi dapat dianggap sebagai kompas. Ada jenis kompas jam yang dibekali dengan jam matahari.

Kompas variasi merupakan alat navigasi yang berstruktur rapuh digunakan untuk mengamati variasi pergerakan jarum. Sementara, kompas yang dipakai untuk menunjukkan arah utara adalah Girokompas.

5. IRS (Inertial Reference System)

Inertial Reference System merupakan alat navigasi kapal modern. IRS dipasangkan pada kapal berupa perangkat yang berfungsi untuk mengetahui posisi koordinat kapal sesuai dengan efek inertial.

IRS berbeda dari GPS Kapal karena tidak membutuhkan stasiun pengamat dari permukaan tanah. Perangkat IRS modern dilengkapi dengan peta sebagai alat navigasi transportasi laut dan darat.

Peralatan Komunikasi Kapal

Peralatan navigasi kapal tidak akan bekerja secara optimal jika tidak dilengkapi alat komunikasi kapal. Berikut ini alat-alat komunikasi kapal yang harus diadakan atau dipersiapkan sebelum berlayar.

1. Telegraf

Telegraf merupakan alat komunikasi kapal yang berbentuk mesin, fungsinya mengirimkan dan menerima pesan jarak jauh kapal. Telegraf yang dioperasikan memakai Kode Morse memiliki frekuensi gelombang radio.

Kode morse adalah metode pengiriman informasi menggunakan standard data pengiriman nada dan cahaya. Caranya dengan membedakan ketukan dot dan dash dari pesan berupa kalimat, kata, tanda baca, huruf, dan angka.

Kode morse biasanya dikirimkan menggunakan bendera, cahaya, peluit, dan ketukan morse. Jadi, pesan yang ada di telegraf dikirim operator telegraf memakai kode morse yang disebut dengan telegram. Awak kapal dan nahkoda sering menyebutnya sebagai pesan kawat atau kabel.

2. Marine VHF Radio

Marine VHF radio adalah alat komunikasi kapal yang dipasang untuk sarana komunikasi memanggil tim penyelamat, operator pelabuhan, bridges and marines, serta kunci. Marine vhf radio beroperasi melalui rentang frekuensi VHF, sekitar 156-174 MHz.

Marine vhf radio yang terpasang pada kapal juga dimanfaatkan untuk menghindarkan kapal dari tabrakan. Satu perangkat marine vhf radio merupakan gabungan pemancar dan penerima yang beroperasi sesuai standar internasional.

Dimana Channel 16 (156.8 MHz) merupakan saluran internasional. Rata-rata marine VHF radio memakai simplex transmisi. Sehingga komunikasi hanya dapat dilakukan satu arah dan satu waktu.

Ada juga tombol transmisi yang terdapat dalam marine VHF radio untuk menentukan mikrofon bekerja sebagai penerima maupun pemancar. Sedangkan transmisi duplex yang ada dalam perangkat ini memungkinkan frekuensi radio terjadi secara dua arah dan bersamaan.

Tinggalkan komentar