Ragam Alat Keselamatan Kapal dan Keadaan Darurat

Kapal menjadi alat transportasi perairan yang saat ini menjadi andalan. Umumnya kapal dibangun dengan besi kokoh dan didesain agar terapung sempurna. Namun, tetap saja ada kemungkinan kapal karam, tertabrak, dan kecelakaan lainnya. Oleh sebab itu sangat penting mempersiapkan alat keselamatan kapal.

Pasalnya nahkoda dan ahli perkapalan sekalipun tidak dapat memastikan kemungkinan yang buruk terjadi. Disamping itu, kenali juga tanda-tanda dan jenis keadaan darurat yang terjadi selama berada diatas kapal. Check this out!

Baca juga : Jenis-jenis Peralatan dan Perlengkapan Kapal

12 Alat Keselamatan Kapal

Uji Petik, Kemenhub Temukan Alat Keselamatan Kapal di Pelabuhan Merak Tak  Berfungsi | BantenNews.co.id
(www.bantennews.co.id)

Sebelum kapal berlayar biasanya dilakukan berbagai pemeriksaan mulai dari mesin hingga perlengkapan. Salah satu yang wajib dipastikan adalah alat keselamatan diatas kapal seperti penjelasan berikut.

1. Alat Keselamatan Kapal Sekoci Penyelamat (Life Boat)

Sekoci penyelamat atau life boat berfungsi menyelamatkan cukup banyak penumpang saat kapal dalam keadaan berbahaya. Bentuknya serupa perahu kecil yang diletakkan pada bagian kanan dan kiri dari kapal atau deck sekoci.

Biasanya masing-masing kapal barang memiliki dua buah sekoci. Berbeda dari kapal penumpang maupun kapal pesiar minimal dilengkapi dengan 12 buah sekoci. Menyoal pembuatan sekoci ini berasal dari kayu, logam, dan serat fiber. Selain itu, dilengkapi pula dengan peralatan keselamatan jiwa dan sarana mencari pertolongan.

2. Pelampung Penolong Bentuk Cincin (Ring Life Buoys)

Pelampung penolong merupakan alat keselamatan kapal yang wajib diadakan. Sehingga ketika kapal tenggelam para penumpang dapat mengapungkan diatas permukaan air. Biasanya life buoys memiliki bentuk serupa dengan ban mobil.

Pelampung juga digunakan saat ada seorang penumpang yang terjatuh dilaut. Caranya dengan melemparkan pelampung ke arah penumpang terjatuh tersebut. Life buoy juga memiliki warna mencolok supaya mudah dikenali.

3. Alat Keselamatan Kapal Jaket Penolong (Life Jackets)

Life jacket bentuknya seperti pakaian yang dimanfaatkan para penumpang agar mengapung di permukaan laut. Penggunaan life jacket ketika kapal menunjukkan kondisi darurat. Adapun warna jaket penolong cenderung mencolok agar dapat dilihat dengan mudah. Jaket penolong juga memiliki peluit yang dikaitkan dengan tali agar dapat menarik perhatian orang.

4. Alat Keselamatan Kapal Rakit Penolong

Rakit penolong tiup berfungsi seperti sekoci yakni membawa penumpang ketika kapal berada dalam keadaan darurat. Rakit penolong memiliki dua tipe yaitu rakit kaku dan rakit tiup. Rakit penolong baru dapat digunakan apabila sekoci tidak berhasil diturunkan.

Setiap rakit penolong idealnya dilengkapi penutup yang fungsinya melindungi para penumpang. Biasanya rakit diwarnai dengan warna jingga yang mencolok supaya mudah terlihat.

Kini bentuk rakit semakin berkembang, salah satunya rakit berbentuk kapsul dan mampu menampung hingga 25 orang penumpang. Rakit juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan jiwa seperti obat-obatan, makanan, dan minuman.

5. Pelempar Tali Penolong (Line Throwing Apparatus)

Ada pula alat keselamatan roket pelempar tali yang bermanfaat sebagai penghubung pertama antara penolong dengan survivor. Alat pelempar tali satu ini dapat melempar tali dengan jarak terdekat 230 meter.

6. Alat Keselamatan Kapal Survival Suit dan Immersion Suit

Alat yang digunakan sebagai pencegah dan pelindung suhu tubuh yang menurun akibat suhu air laut rendah.

7. Media Pelindung Panas (Thermal Protective Aid)

Alat yang digunakan menjadi pelindung tubuh saat terjadi panas badan atau demam tinggi.

8. Isyarat Asap (Pyrotechnis)

Isyarat asap digunakan untuk memberitahu tanda bahaya kepada survivor dari kapal penolong atau kapal lain. Biasanya isyarat ini dapat terlihat dengan mata telanjang saat siang hari. Alat ini akan mengeluarkan asap apung (bouyant smoke signal).

9. Pesawat Luput (Survival Craft)

Pesawat luput digunakan untuk membantu jiwa orang-orang yang ada dalam kondisi berbahaya. Terutama setelah orang-orang tersebut meninggalkan kapal.

10. Fire Doors

Fire doors atau pintu anti api sangat membatu para penumpang keluar ruangan ketika terjadi kebakaran. Sementara, setelah pintu ditutup api yang menjalar tidak akan keluar dari ruangan. Biasanya fire doors terbuat dari logam ataupun baja.

11. Fire Pumps

Fire pumps adalah suatu pompa yang dipakai untuk memadamkan api. Dapat bekerja optimal saat terjadi kebakaran dengan skala menengah. Dalam penggunaannya biasanya dipakai juga alat penunjang yani hidran dan selang dengan kondisi siap pakai.

12. Portable Fire Extingusher

Alat pemadam api dengan versi portable yang bobotnya ringan. Didesain supaya mudah dipindahkan dan bekerja optimal memadamkan api yang nyalanya tidak begitu besar. Biasanya digunakan jika kompor dapur terbuka maupun api dari sumber lainnya.

Kapal Dalam Keadaan Darurat

Kapal yang tengah berlayar berpotensi mengalami gangguan. Baik itu gangguan yang diatasi secara langsung dan membutuhkan bantuan dari pihak lain.

Keadaan darurat yang terjadi di atas kapal berpotensi besar merugikan Nakhoda dan awak buah kapal. Selain itu, dapat pula membawa pengaruh buruk terhadap ekosistem yang ada di dasar laut.

Pentingnya pemahaman kondisi darurat untuk mengindentifikasi tanda-tandanya sebelum terlambat. Terutama menentukan tindakan yang dilakukan agar keadaan dapat diatasi. Gangguan pelayaran berdasarkan situasinya dibagi sebagai berikut.

1. Tubrukan

Tubrukan kapal sangat mungkin terjadi. Misalnya tubrukan kapal dengan kapal dan kapal dengan benda yang ada di dermaga. Alhasil, biasanya menyebabkan kerusakan kapal, korban manusia, tumpahan minyak dari tangki ke laut, pencemaran hingga kebakaran.

Tidak jarak tubrukan kapal yang tiba-tiba mendatangkan kepanikan dan ketakutan dari petugas. Sehingga terkadang berdampak memperlambat tindakan, penyelamatan, pengamanan, dan penanggulangan.

2. Kebakaran atau Ledakan

Ternyata kapal laut sangat rentan terbakar karena ada beberapa tempat yang rawan. Kebakaran pada kapal seringkali berasal dari ruang muatan, instalasi listrik, kamar mesin, gudang penyimpanan perlengkapan kapal, dan tempat akomodasi awak kapal.

Menyoal ledakan dapat terjadi setelah adanya kebakaran. Namun, ledakan dapat terjadi terlebih dahulu dan menyebabkan kebakaran. Situasi kebakaran dan ledakan menyebabkan kondisi panas dan membatasi ruang gerak. Umumnya juga membuat kepanikan awak kapal dan ketidakpastian dalam mengambil tindakan.

3. Kandas

Kondisi darurat kapal kandas juga sering kali terjadi. Biasanya ditandai dengan baling-baling berputar berat, badan kapal bergetar, asap yang dikeluarkan cerobong mendadak menghitam, dan kapal berhenti mendadak.

Ketika kapal kandas tidak bergerak dipengaruhi permukaan dasar laut dan situasi di atas kapal. Adapun penyebab kapal kandas dapat berasal dari kebocoran yang akhirnya menenggelamkan kapal secara perlahan.

Ingat bahwa kecelakaan akibat kapal kandas dapat terjadi secara tidak terduga dan saat kapal merubah posisi. Kapal yang kandas dapat bersifat sementara dan juga permanen. Semua tergantung dari posisi permukaan air dan cara mengatasi yang digunakan tepat atau tidaknya.

4. Kebocoran atau Tenggelam

Kebocoran kapal biasanya terjadi karena kondisi kandas. Namun, bisa terjadi karena kerusakan pada kulit pelat kapal akibat korosi. Apabila tidak langsung diatasi dapat mengakibatkan kapal cepat tenggelam.

Misalnya air yang masuk dalam kapal mengalir cepat sementara kebocoran sulit diatasi. Kapal pun menjadi miring dan akhirnya tenggelam.

5. Orang Jatuh ke Laut

Sering kali terjadi penumpang atau awak kapal yang terjatuh ke laut. Kondisi seperti ini juga tergolong sebagai kecelakaan. Sehingga dilakukan upaya darurat penyelamatan dengan mempertimbangkan keadaan cuaca dan kondisi ombak. Peralatan yang digunakan untuk menolong orang yang terjatuh ke laut seperti pelampung dan tali pelempar.

Tinggalkan komentar