Sinar-X dalam Dunia Kesehatan Wajib Diketahui

Ketika mendengar orang menyebut kata sinar-X, maka yang mungkin muncul di pikiran kita adalah hal-hal yang berkaitan erat dengan radiasi. Mungkin juga kita berpikir tentang suatu alat yang super canggih dan biasa digunakan untuk pengobatan dalam dunia kesehatan. Hal tersebut memang benar, kegunaan sinar-X dalam dunia kesehatan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memajukan bidang kesehatan telah teruji hingga hari ini.

Pada artikel kali ini, kita akan mengupas tuntas mengenai informasi secara umum maupun secara detail seputar sinar-X dalam dunia kesehatan. Maka dari itu, langsung saja kita simak ulasan demi ulasan yang bermanfaat di bawah ini. Selamat membaca!

Sinar-X Secara Umum

Dalam pembelajaran ilmu fisika, sinar-X merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk radiasi elektromagnetik yang telah ditemukan oleh para ilmuwan. Seperti halnya sinar-X, cahaya tampak dan gelombang radio juga merupakan bentuk-bentuk dari radiasi elektromagnetik. Namun perbedaan yang jelas dan sangat berpengaruh terletak pada panjang gelombang dan juga tingkat energi setiap bentuk radiasi elektromagnetik.  Dalam penemuannya, sinar-X diketahui memiliki panjang gelombang yang berkisar antara 10 nanometer hingga 100 pikometer.  Sinar-X juga diketahui memiliki energi dalam rentang 100 eV hingga 100 KeV. Hal tersebut menjadi penyebab sinar-X dapat digunakan untuk menembus tubuh manusia, keunggulan ini tentu berbeda dari bentuk radiasi elektromagnetik lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sinar-X seringkali menjadi perbincangan di area rumah sakit. Hal ini karena kegunaan sinar-X dalam dunia kesehatan yang sudah ditetapkan dari masa-masa sebelumnya. Sinar-X sering diartikan sebagai sinar radiasi yang digunakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai strutur kerangka tubuh dalam tubuh setiap manusia. Keistimewaan dari teknologi sinar-X adalah tidak perlu dilakukannya pembedahan untuk mengetahui keadaan dalam tubuh manusia, cukup dengan menggunakan gelombang saja.

Hasil yang diperoleh dari teknologi dengan menggunakan sinar-X dapat dibaca oleh orang yang mempelajari ilmu kedokteran di bidang radiologi. Warna abu-abu pada foto hasil menunjukkan jaringan lemak dan juga otot tubuh. Warna hitam menunjukkan adanya rongga-rongga pada tubuh. Serta warna putih menunjukkan jaringan tulang dan material berbentuk padat lainnya yang ditemui saat pemeriksaan.

Selain itu, dikenal juga beberapa posisi dalam pengambilan foto ataupun citra menggunakan sinar-X dalam dunia kesehatan. Posisi tersebut antara lain PA (Postero-Anterior). Istilah ini digunakan apabila sumber cahaya berada di belakang tubuh pasien dan pelat film berada di bagian depan. Posisi ini adalah yang paling sering digunakan terutama ketika ingin mengambil foto rontgen thorax (bagian dada). Selanjutnya adalah kebalikannya yaitu AP (Antero-Posterior). Posisi ini sering digunakan bagi pasien yang tidak mampu menggunakan posisi sebelumnya dikarenakan berbagai alasan. Selain itu ada pula posisi lateral (samping), serta oblik (miring).

Sejarah Sinar-X

Bila membahas tentang sejarah sinar-X, nama yang pertama kali muncul sudah pasti adalah Wilhelm Conrad Röentgen. Sejarah mencatat tepatnya sekitar bulan November di tahun 1895, Wilhelm Conrad Röentgen berhasil membuat sejarah dengan sebuah penemuan yaitu sinar-X. Wilhelm Conrad Röentgen berasal dari negara Jerman, dan merupakan seorang professor fisika yang tersohor pada masa hidupnya.

Diketahui pria ini menemukan sinar-X ketika sedang sibuk melakukan penelitian pada tabung yang berisikan gas untuk mempelajari elektron (tabung crookes). Setelah membungkus salah satu tabung tadi dengan karton berwarna hitam yang tipis, dia melihat bahwa sebagian cahaya dapat melewati karton tersebut. Ia pun melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan mendapati bahwa sinar tersebut ternyata dapat melewati berbagai benda lain di sekitarnya. Benda-benda tersebut tak lain adalah kertas putih, buku yang lebih tebal, bahkan juga tangan sang istri. Gambar yang dihasilkan dari tulang tangan sang istri tercetak lengkap bahkan dengan cincin yang saat itu melekat di tangannya. Gambar ini lalu disahkan sebagai gambar hasil sinar-X dari bagian tubuh manusia yang pertama dalam sejarah kehidupan.

Sejak penemuan itu, dunia berlomba-lomba melakukan penelitian lebih lanjut terhadap teori yang ditemukan oleh Wilhelm Conrad Röentgen. Bahkan hingga saat ini, telah ditemukan banyak kegunaan sinar-X dalam dunia kesehatan. Dari sekian banyak ilmuwan yang meneliti, dua diantaranya yang berjasa besar adalah Nikola Tesla dan juga Thomas Alva Edison. Mereka berhasil membuat dan mengembangkan teknologi kedokteran berbasis sinar-X hingga menjadi prosedur standar yang biasa ditemui pada rumah sakit modern.

Kegunaan Sinar-X dalam Dunia Kesehatan

Berbicara mengenai sinar-X dalam dunia kesehatan, tentu tidak dapat luput dari kegunaan sinar tersebut dalam praktek di bidang kedokteran. Selama berabad-abad, sinar-X sudah digunakan untuk berbagai hal yang dapat membantu para tenaga medis dalam pekerjaan mereka. Mari kita bahas satu persatu kegunaan sinar ini.

Yang pertama adalah mendeteksi adanya fraktur atau patah tulang. Ketika kecelakaan terjadi, maka sinar-X sangat berfungsi untuk mengetahui adanya tulang yang retak ataupun patah. Sehingga dengan demikian, pasien dapat ditindaklanjuti dengan tepat oleh pihak rumah sakit. Selanjutnya adalah mendeteksi gigi berlubang, patah, atau retak serta mengetahui struktur dan susunan gigi dan  kerangka rahang manusia. Ketika akan melakukan tindakan pada rongga mulut seseorang seperti pemasangan kawat gigi, maka perlu memanfaatkan teknologi dengan sinar-X ini.

Mengetahui adanya tumor dan batu ginjal juga menjadi salah satu dari sekian banyaknya kegunaan sinar-X dalam dunia kesehatan. Atau untuk mengetahui letak suatu benda seperti koin yang tidak sengaja tertelan. Pemeriksaan rontgen pada area dada juga membantu tenaga medis mendeteksi adanya ciri pneumonia, tuberkulosis, ataupun kanker pada bagian paru-paru. Selain itu, ada sebuah Teknik yang dinamakan mamografi yang berfungsi melihat jaringan pada payudara untuk mendeteksi adanya sel kanker.

Tidak hanya itu, tenaga medis juga menggunakan hasil pemeriksaan dari teknologi sinar-X untuk mengetahui efek pengobatan yang dilakukan pada pasien. Sinar-X ternyata juga dapat dimanfaatkan dalam prosedur dunia kesehatan yang lainnya, seperti fluoroscopy dan juga CT scan.

Selain itu, memeriksakan keadaan dalam tubuh menggunakan sinar-X juga umum digunakan bagi para pelajar yang akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Khususnya bagi para pelajar yang memutuskan untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan. Pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan bahwa pasien tidak mengalami atau mengidap penyakit yang serius dan akan berdampak di kemudian hari.

Fluoroscopy

Fluoroscopy merupakan salah satu prosedur yang digunakan dalam bidang kedokteran yang berhubungan dengan pemanfaatan sinar-X. Tindakan ini dilakukan dengan cara menembakkan sinar-X ke jaringan tubuh pasien sampai hasilnya dapat terpampang di monitor yang berupa gambar yang menyerupai bentuk video. Gambar yang dihasilkan pada tindakan fluoroscopy ini diketahui hanya memiliki satu sudut pandang saja dan diamati secara langsung (real time).

Tindakan ini biasa dilakukan ketika akan melakukan pemasangan ring pada jantung. Serta berbagai operasi lain di saluran cerna, jantung, pembuluh darah, otot, saluran pernapasan, tulang, persendian, paru-paru, serta hati. Fluoroscopy biasa dilakukan setelah terlebih dahulu memasukkan cairan berwarna kontras ke dalam tubuh pasien. Memasukkan cairan kontras dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan ke pasien, memasukkan lewat anus, atau diminum langsung oleh pasien. Hal ini diketahui bertujuan untuk mempermudah tenaga medis yang akan mengamati organ dalam tubuh pasien yang sedang menjalani fluoroscopy.

Namun ternyata, tindakan fluoroscopy ini juga memiliki beberapa ketentuan dan dampak negatif yang membutuhkan perhatian penuh dari pasien. Untuk para wanita yang sedang dalam kondisi hamil, sangat tidak disarankan untuk melakukan tindakan ini. Karena sinar radiasi yang digunakan dapat mengganggu proses tumbuh kembang janin dalam kandungan. Karena menggunakan sinar-X, maka tindakan ini dapat menimbulkan radiasi yang memicu penyakit kulit maupun gangguan lain seperti adanya kanker. Namun, kemungkinan tersebut tergolong kecil karena hanya dapat timbul bila dilakukan terus-menerus. Cairan kontras yang digunakan juga sebaiknya dihindarkan dari orang-orang yang memiliki alergi ataupun dalam kondisi tertentu. Seperti memiliki riwayat gagal ginjal, gagal jantung, diabetes, bahkan sick cell anemia.

Dalam melakukan fluoroscopy, pasien diharapkan agar dapat memperbanyak frekuensi minum air putih dan berpuasa pada beberapa jenis pemeriksaan. Selain itu, pasien diwajibkan untuk dapat melepas seluruh aksesoris yang digunakan saat pemeriksaan serta menggunakan pakaian khusus yang telah dipersiapkan.

CT Scan

Untuk masyarakat awam yang tidak berkecimpung di dunia kedokteran, mungkin istilah CT scan masih tergolong asing. CT (computered tomography) scan merupakan salah satu metodologi modern di bidang kedokteran menggunakan sinar-X untuk mengetahui keadaan dalam tubuh manusia. Perbedaan paling mendasar antara pemeriksaan menggunakan metode CT scan dengan metode x-ray biasa terletak pada hasil yang diperoleh. Hasil yang diperoleh dalam tindakan CT scan tergolong lebih detail dan jelas. Karena gambar yang diperoleh pun dapat diambil dari berbagai sisi tubuh manusia yang digabungkan menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan demikian, para tenaga medis akan semakin terbantu dan dapat memutuskan tindakan selanjutnya yang akan diterapkan pada pasien.

Alasan utama tindakan ini diambil adalah pemeriksaan menggunakan CT scan dapat diterapkan pada hampir semua bagian tubuh manusia. Sehingga, dengan tindakan ini dianggap sangat cocok digunakan untuk pemeriksaan secara singkat bagi orang-orang yang mengalami luka dalam saat kecelakaan.

Umumnya, dokter akan menyarankan prosedur pelaksanaan CT scan untuk pasien pada beberapa keadaan. Seperti saat akan mengetahui gangguan pada tulang pasien, misalnya fraktur ataupun keberadaan tumor. Selanjutnya mengetahui lokasi adanya penyumbatan oleh gumpalan darah, ataupun infeksi di bagian dalam tubuh. Ketika akan melakukan terapi radiasi maupun operasi pada bagian tertentu, CT scan juga kerap dilaksanakan sebagai bagian dari prosedur pelaksanaan. Selain itu, metode ini juga dilakukan untuk mendeteksi adanya sel kanker dan mengawasi efektivitas obat atau pengobatan yang diberikan.

Persyaratan sebelum melakukan tindakan CT scan kurang lebih sama seperti pada fluoroscopy dan rontgen x-ray biasa. Yaitu melepas sebagian atau keseluruhan pakaian milik pasien dan menggantinya dengan pakaian yang telah disediakan. Menanggalkan segala bentuk perhiasan dan aksesoris terutama bagi yang terbuat dari bahan metal. Pada beberapa keadaan pasien juga diminta berpuasa beberapa jam sebelum dilakukannya CT scan.

Mesin CT scan berbentuk seperti sebuah terowongan. Nantinya, pasien akan berbaring di atas sebuah meja yang disiapkan dan akan didorong memasuki mesin tersebut.

Efek Samping Pemanfaatan Sinar-X

Pada poin-poin sebelumnya, kita telah banyak membahas mengenai kegunaan dan juga pemanfaatan sinar-X dalam dunia kesehatan. Namun, dengan begitu banyak manfaat yang diperoleh ternyata metode ini juga menimbulkan beberapa efek negatif bagi tubuh manusia. Efek jangka pendek misalnya gampang mual, kepala terasa pusing, serta gatal pada beberapa bagian dan perubahan warna kulit. Dalam beberapa keadaan dapat terjadi penurunan tekanan darah pasien dan rasa tidak nyaman dalam rongga mulut serta dapat menimbulkan syok. Paparan radiasi dosis tinggi dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan rambut rontok serta terjadi pendarahan.

Tidak hanya itu, pada wanita hamil tindakan ini dapat mengakibatkan risiko hampir semua jenis kanker dan kemunculan tumor. Rusaknya kelenjar tiroid dan meningkatkan risiko penyakit genetik juga menjadi salah satu bahaya dari tindakan menggunakan sinar-X ini. Selain itu, pemanfaatan sinar-X dalam dunia kesehatan juga dapat membunuh sel-sel dalam tubuh bahkan mengakibatkan infertilitas atau kemandulan.

Maka dari itu, para tenaga medis diminta selalu bijak dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk keselamatan pasien. Dengan mempertimbangkan risiko yang dapat terjadi, tentunya tetap berhati-hati selama prosedur pelaksanaan akan sangat membantu.

Jenis Mesin Sinar-X

Setelah selesai mengulas mengenai sejarah, manfaat, serta efek samping dari sinar-X dalam dunia kesehatan, kita akan membahas mesin dan alat-alatnya. X-ray equipment atau peralatan sinar-X umumnya merupakan alat modern yang sangat canggih dan tentunya memiliki harga yang fantastis. Alat yang pertama adalah CT scanner. CT (computered tomography) scanner dapat digunakan untuk menghasilkan rangkaian gambar dua dimensi yang nantinya akan diolah sehingga menghasilkan radiografi digital. Mesin CT scan sendiri memiliki bentuk yang menyerupai terowongan dengan meja bawaan yang telah disediakan sebagai tempat pasien berbaring.

Setelah itu, ada alat yang dinamakan Mesin Sinar-X Tulang. Mesin ini terdiri dari rangkaian tabung sinar-X dan juga meja pemeriksaan. Di bagian bawah meja pemeriksaan ini terdapat alat perekam dan juga film sinar-X. Tabung sinar-X tergantung ataupun melekat pada sebuah lengan yang fleksibel dan kokoh. Sehingga dengan demikian, tabung sinar-X dapat bergerak leluasa untuk merekam bagian tubuh pasien yang diinginkan oleh tenaga medis.

Selanjutnya, kita beralih ke Linear Accelerator. Mesin ini umumnya digunakan dalam tindakan radioterapi. Mesin Linear Accelerator dapat memancarkan gelombang radiasi yang dapat membunuh sel kanker tanpa mempengaruhi sel lain di sekitarnya. Bentuk dari mesin ini terkesan sangat canggih dan dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi pasien. Alat ini biasa disingkat LINAC (Linear Accelerator) dan digunakan untuk metode EBRT (External Beam Radiotherapy). Di Indonesia, alat ini pertama kali digunakan pada salah satu rumah sakit swasta di daerah Surabaya.  

Uraian di atas berisikan macam-macam mesin yang menggunakan bantuan sinar-X dalam dunia kesehatan. Dengan harga yang sangat fantastis, para tenaga medis diharapkan dapat menjaga dengan baik setiap alat yang digunakan untuk setiap metode. Kecanggihan setiap alat yang tersentuh teknologi dapat serta-merta membantu ilmu pengetahuan di bidang kedokteran era ini.

Setelah membaca ulasan di atas, pembaca diharapkan dapat memahami baik secara umum maupun detail mengenai sinar-X dalam dunia kesehatan. Banyak dampak positif dan negatif yang dapat menjadi pertimbangan dan menambah pengetahuan di bidang kedokteran. Semua pihak diharapkan dapat mengambil keputusan yang terbaik demi keselamatan bersama. Dan hendaknya kita semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Tinggalkan komentar