Jenis-jenis Sekoci Kapal Penolong Nyawa Manusia

Sekoci atau perahu penyelamat merupakan salah satu penolong nyawa manusia yang ada diatas kapal. Ada dua macam cara menggunakan sekoci kapal penolong yakni mengembangkan (inflatable) dan tegar (rigid).

Pada dasarnya sekoci dirancang sebagai penyelamatkan nyawa manusia dalam keadaan darurat atau kecelakaan dilaut. Bentuknya seperti kendaraan perahu yang berukuran sedang sampai besar dan digunakan sewaktu-waktu yang tak terduga.

Jenis-jenis Sekoci Kapal Penolong

Ada berbagai jenis sekoci kapal yang berada pada sisi kiri dan kanan kapal, antara lain :

  • Sekoci penolong terbuka,
  • Sekoci penolong yang tertutup sebagian, 
  • Sekoci penolong tertutup sebagian dapat membalik sendiri atau partially enclosed open life boat,
  • Sekoci penolong tertutup seluruh dan dapat membalik  sendiri atau totally enclosed self righting life boat),
  • Sekoci penolong dilengkapi sistem supplai udara yang dapat mengisi sendiri, 
  • Sekoci penolong dilengkapi perlindungan kebakaran. 

Persyaratan Jumlah Sekoci Kapal

Berikut Ketentuan Alat Keselamatan pada Kapal NCVS | MaritimNews.com
(www.maritimenews.com)

Setiap sekoci kapal memiliki kapasitas muatan ideal agar dapat digunakan secara optimal, yakni:

1. Sekoci Kapal Penumpang

Pada masing-masing sisi kapal biasanya ditemukan sekoci kapal penumpang yang kapasitas pengangkutan 50% dari jumlah penumpang kapal. Jenis sekoci ini wajib diturunkan meskipun kemiringan kapal 20° dan mengarah pada sisi yang berlawanan.

Selain itu, sekoci ini juga harus dilengkapi dengan rankit. Sehingga dapat mengangkut 25% dari jumlah penumpang pada setiap sisi lambung kapal.

2. Sekoci Kapal Barang

Sekoci kapal barang biasanya diletakkan pada setiap masing – masing lambung kapal. Kapasitas dari jenis sekoci ini mampu memuat semua orang yang berada diatas kapal. Biasanya kapal muatan barang juga menambahkan sebuah rakit penolong di sisi lambung kapal.

Tujuannya agar dapat mengoptimalkan kinerja sekoci kapal barang tersebut. Jika hanya dipasangkan satu rakit maka kinerja sekoci kurang optimal.

3. Sekoci Kapal Tanker

Kapal tanker juga memiliki sekoci yang biasanya berjumlah 4 buah. Dimana pembagian sekoci tersebut diletakkan 2 buah dibagian belakang . Sementara 2 buah lainnya diletakkan pada sisi kanan dan kiri dari lambung kapal. Menyoal panjang sekoci satu ini tidak boleh melebihi i 8,5 meter.

Baca juga : Jenis-jenis Peralatan dan Perlengkapan Kapal

Perlengkapan dan Syarat-syarat Sekoci

Panduan Keselamatan Naik Kapal Laut, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan  Penumpang? • Safety Sign Indonesia - Rambu K3, Lalu Lintas, Exit & Emegency  , Label B3
(www.sekocisign.co.id)

Ternyata sekoci kapal juga dibekali dengan berbagai perlengkapan keselamatan. Selain itu ada syarat-syarat tertentu yang wajib diperiksa sebelum kapal berlayar ke lautan.

1. Sekoci Kapal Terbuka

Berikut ini perlengkapan dan syarat – syaratnya yang wajib dimiliki sekoci kapal terbuka, yakni :

  • Rata-rata panjang jenis ini maksimal 24 kaki setara dengan 7.3 mtr.
  • Dilengkapi dengan stabilitet yang baik untuk digunakan dilaut terbuka. Jadi meskipun muatan penuh dan lambung bebas mencukupi tidak berdampak besar bagi kapal.
  • Sebaiknya memiliki tenaga apung yang dipasang tetap, dan tangki-tangki yang tahan terhadap karat atau minyak.
  • Apabila dipasangkan motor harus dilengkapi pelindung. Tujuannya untuk menghindari masuknya air dan muka.
  • Dapat mengangkut berat maksimal 20 long ton alias 20.320 kg.
  • Kapasitas pengangkutan sekoci lebih dari 60 orang tetapi idealnya maksimal 100 orang.
  • Sekoci wajib dilengkapi dengan baling-baling dan mechanically propeller.
  • Bangku dalam sekoci dipasang melintang dan bangku bagian pinggir tingginya harus rendah.
  • Block coefficient lebih 0,64 dengan bahan buka dari kayu.

2. Sekoci Kapal Tertutup Sebagian

Ada juga jenis sekoci kapal yang tertutup sebagian, berikut syarat-syaratnya:

  • Harus mempunyai kekuatan yang cukup.
  • Dilengkapi sarana efektif supaya dapat menimba air secara otomatis. 
  • Dilengkapi penutup tegar yang terhubung secara permanen.
  • Pemasangan tenda penutup tetapi bisa dilipat secara bersamaan dengan tutup tegar. 
  • Bagian sekoci luar dan dalam berwarna terang atau mudah dilihat.
  • Instalasi radio telegraf berdasarkan persyaratan yang ada dalam kabin, dimana luas dan dapat digunakan oleh orang.

3. Sekoci Kapal Tertutup Sebagian dan Membalik Sendiri

Sekoci kapal tertutup sebagian dan bisa membalik sendiri yang disebut dengan partially on closed open life boat. Berikut ini syarat-syarat yang harus terpenuhi, antara lain:

  • Memiliki sarana penutup tegar yang dapat dibentuk dua tempat terlindung.
  • Memiliki pintu yang dilengkapi penutup, pagar pengaman, jendela, dan sabuk pengaman yang menunjang keselamatan dan stabil ketika dimuat dapat membaik dengan otomatis.
  • Memiliki sistem keluaran air dari pendingin atau mesin.
  • Bahannya kokoh terhadap benturan ketika sekoci diturunkan dan penataan yang baik. 

4. Sekoci Kapal Tertutup dan Membalik Sendiri

Jenis sekoci ini disebut juga totally enclosed self righting life boat dengan syarat-syarat berikut :

  • Pintu dan penutup wajib dibuat tegar dan mampu ditutup dari dalam maupun luar.
  • Memiliki konstruksi bahan yang kedap air dan anti karat. 
  • Sabuk pengaman dapat menahan beban hingga 10 kg.
  • Mesin penggerak baling-baling dapat bergerak pada berbagai posisi, serta dapat berhenti secara otomatis dan mudah dinyalakan.
  • Kecepatan benturan mencapai 3,5 m per detik dari posisi kapal.
  • Apabila melakukan penurunan dengan peluncuran bebas wajib dibangun sedemikian rupa. Selain itu, tidak menimbulkan gangguan terhadap kemiringan kapal 20° dan keseimbangan 10°.

5. Sekoci Kapal Dengan Sistem Supplai Udara

Sekoci kapal penolong yang dilengkapi dengan sistem supplai udara harus memastikan syarat-syarat berikut terpenuhi: 

  • Sistem penataan supplai udara yang efektif supaya ketika beroperasi jalan udara bisa dihirup secara normal sekitar 10 menit. 
  • Tekanan udara didalam sekoci lebih kecil dibanding tekanan udara di luar, serta tidak lebih dari 20 m/bar. 
  • Memiliki indikator yang jelas menunjukkan tekanan udara atau oksigen yang dipasok setiap saat.

6. Sekoci Kapal Dengan Pelindung Kebakaran

Selain itu, ada juga sekoci kapal yang dilengkapi dengan pelindung kebakaran. Berikut ini syarat-syaratnya :

  • Sekoci dan perlengkapannya dibuat sesuai persyaratan berlaku.
  • Saat waktu berlayar dapat terlindungi dari kebakaran minyak selama jangka waktu sekitar 8 menit.
  • Mempunyai sistem perlindungan kebakaran dan dapat menyemburkan air. 
  • Mampu melakukan penghisapan air laut agar terlindungi dari kebakaran dan mencegah terhisapnya cairan mudah terbakar dari permukaan air laut. 

Perlengkapan Sekoci Kapal Penolong 

Faktanya sekoci kapal penolong juga dilengkapi berbagai perlengkapan. Sehingga sekoci tersebut dapat bekerja secara maksimal. Beberapa perlengkapan ideal yang sebaiknya tersimpan dalam sekoci, antara lain:

  1. Dayung apung jumlahnya cukup dengan kelet dan terikat menggunakan rantai.
  2. Dok boat atau ganco sebanyak 2 buah.
  3. 1 buah ember, 1 buah jangkar apung, dan 2 buah tali tangkap dengan panjang mencapai 12 m dipasangkan pada bagian depan dan belakang sekoci. 
  4. 2 buah kampak yang diletakkan pada masing-masing ujung sekoci. 
  5. Tempat penyimpanan air minum dengan kapasitas 3 liter per orang.
  6. Persediaan makanan darurat tersimpan dalam wadah kedap air atau  ransum.
  7. 4 buah roket pelontar parasut, 6 buah obor tangan, 2 buah isyarat asap yang terapung, dan 1 buah senter.
  8. 1 buah cermin untuk memberikan isyarat saat siang hari.
  9. Morse yang dilengkapi dengan cadangan batu senter dan lampu.
  10. Kompas dan salinan isyarat 
  11. Perlengkapan P3K yang tersimpan dalam wadah kedap air.
  12. 2 buah pisau lipat, 1 set alat pancing, dan 3 buah alat  pembuka kaleng ibit untuk pompa tangan.
  13. 1 set perlatan untuk memperbaiki mesin sekoci. 
  14. 6 dus alat anti mabuk dan 1 kantung minum bagi masing-masing penumpang sekoci.
  15. 2 buah lampu sorot yang dapat menyala terus-menerus selama 3 jam.
  16. 1 buah radar reflektor.
  17. Alat pelindung panas 10% dari jumlah penumpang, minimal 2 buah.

Tinggalkan komentar